Pelaku Penculikan Anak yang Aksinya Viral Ternyata Pecatan TNI

Pelaku Penculikan Anak yang Aksinya Viral Ternyata Pecatan TNI
Pelaku meringis kesakitan. (ist)

IMCNews.ID - Aksi penculikan seorang bocah, DI (4) terekam kamera pengawas CCTV dan viral di media sosial. Dia diculik oleh pria tak dikenal yang mengendarai motor Honda Scoopy, Jumat (19/2/2021) lalu. 

Aksi itu terjadi di Jalan S Parman, Lorong Citra Damai, Kecamatan Sukarami, Palembang. Dalam video yang diunggah akun Instagram @palembang_bedesau terlihat pria yang menculik korban mengemudikan motor Honda Scoopy dengan menggunakan helm merah.

Mendapatkan targetnya, pelaku lalu tancap gas. Korban diletakkannya di bagian depan dan mulutnya dibekap. Saat kejadian, korban sedang asyik bermain di depan rumah bersama kakaknya DN (8).

Kakak korban melaporkan kejadian kepada ibunya dan langsung mengecek rekaman CCTV untuk melihat pelaku dan melapor ke polisi.

BACA JUGA : Aksinya Viral, Penculik Kembalikan Korbannya yang Sudah Jadi Target

Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil meringkus dua pelaku, Suhartono (38), dan Sutriono (32). Hasil pemeriksaan diketahui, jika Suhartono merupakan mantan anggota TNI yang bertugas di Kabupaen Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.

Dikutip dari Kompas.com, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Edi Rahmat mengatakan, terungkapnya kasus ini setelah seorang warga bernama Yanca, diminta pelaku Sutriono untuk mengembalikan korban kepada orangtuanya.

BACA JUGA : Bakar Lahan yang Baru Dibeli, Pria di Tanjab Barat Diciduk

"Karena panik informasi korban ini diculik viral di media sosial dan berita, pelaku mengurungkan niatnya itu," kata Edi, melalui pesan singkat, Minggu (21/2/2021).

Diceritakan Edi, setelah menculik korban di rumahnya, pelaku Sutriono berjanji untuk bertemu dengan tersangka Suhartono di kawasan Kebun sayur. Namun, karena aksi Sutriono viral di media sosial, Suhartono lantas meninggalkannya.

Sutriono yang ketakutan kemudian membawa DI ke rumahnya di Jalan Taman Murni, Kelurahan Alang-alang Lebar, Palembang. Setelah itu, pelaku meminta kepada temannya untuk mengembalikan korban ke orangtuanya karena takut ditangkap polisi.

Warga bernama Yanca lalu menghubungi polisi. Polisi yang mendapat laporan itu langsung menjemput korban di kawasan Kilometer (KM) 11 tepatnya di Jalan Taman Murni Kelurahan Alang-alang Lebar, Palembang pada Jumat malam.

Tak lama kemudian, pelaku Sutriono ditangkap tak jauh dari korban ditemukan. Hasil pengembangan, diketahui otak pelaku penculikan DI yakni Suhartono.

"Pelaku Suhartono kami tangkap di kediaman mertuanya di kawasan Sekip, tersangka dilumpuhkan karena mencoba melarikan diri," ujarnya.

Kedua tersangka awalnya berencana untuk meminta uang tebusan Rp 100 juta kepada keluarga korban. Kepada polisi, pelaku nekat melakukan aksi penculikan itu dengan alasan faktor ekonomi.

"Rencananya dua pelaku ini meminta uang tebusan Rp 100 juta, satu pelaku pecatan TNI," ujarnya.

Kata Edi, antara pelaku dan korban tidak saling kenal. Pelaku mencari mangsa secara acak. Selain menangkap dua pelaku, turut juga diamankan barang bukti sepeda motor Honda Scoopy serta pakaian yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal pasal 76 huruf F Juncto pasal 83 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

"Ancaman hukumannya maksimal penjara selama 15 tahun," tegasnya. (*)