Hukum

OTT Suap Penerimaan CPNS Muaro Jambi, Kuasa Hukum Yusuf Sebut Aneh Pemberi Tetap Bebas

Jun 12, 2019 06:47
Yusuf hanya tertunduk mendengarkan pembacaan tuntutan oleh Jaksa di Pengadilan Tipikor Jambi. (ist)
Yusuf hanya tertunduk mendengarkan pembacaan tuntutan oleh Jaksa di Pengadilan Tipikor Jambi. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Yusuf dituntut Jaksa Kejari Muaro Jambi selama 1,5 tahun. Pembacaan tuntutan dilakukan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jambi pada Rabu (12/6/2019). 

Namun Fikri Riza, kuasa hukum M Yusuf merasa tak puas hanya kliennya yang harus menerima akibat dari OTT terkait penerimaan CPNS di Muaro Jambi itu. 

Pasalnya pemberi suap yang menyebabkan terjadinya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Kejari Muaro Jambi itu justru tidak menjadi tersangka dalam kasus itu. 

"Nasrul Anwar kok hanya jadi saksi ini gimana? Dia pemberi suap itu," katanya. 

Bahkan Fikri akan mempertanyakan dalam pembelaan nanti yakni uang hasil OTT sebesar Rp 19, 3 juta yang dikembalikan ke pemberi yang juga saksi. "Ini aneh kenapa dikembalikan, harusnya tidak, seperti OTT KPK," tegasnya. 

Untuk diketahui, Terdakwa M  Yusuf dituntut Jaksa Kejari Muaro Jambi selama 1,5 tahun. Perbuatan terdakwa terbukti dalam dakwaan ketiga sebagaiman diatur dalam pasal 11 UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, jaksa juga menjatuhi denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan. Dan barang bukti di kembalikan kepada saksi (yang memberikan uang sebesar Rp 19 juta lebih). (IMC01)