Oknum Dokter Puskesmas Rantau Badak Bakal Dipecat Akibat Hal Ini

Oknum Dokter Puskesmas Rantau Badak Bakal Dipecat Akibat Hal Ini
Encep Jarkasih (Hengky/IMCNews.ID)

IMCNews.ID, Kualatungkal - Seorang dokter Puskesmas berstatus CPNS yang bertugas di Puskesmas Rantau Badak berinisial BA terancam dipecat.

Saat ini, Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tanjab Barat telah memproses seluruh persyaratan untuk pemecatan oknum tersebur.

sudah digarap oleh BKPSDM Tanjabbar dan tinggal menunggu waktu eksekusi saja.

‎Kepala BKPSDM Tanjabbar Encep Jarkasih mengatakan, prosesnya tinggal menunggu eksekusi. Dia mengatakan, jika pemecatan ini dilakukan lantaran yang bersangkutan selama menyandang status capeg (calon pegawai) tidak pernah mengikuti pendidikan capeg dan lalai dari tugasnya. 

BA merupakan dokter yang lulus CPNS setelah pengangkatan dari PTT menjadi CPNS, mulai Desember 2017 hingga Maret 2018 lalu. Diketahui dia tidak pernah menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Hal itu jelas melanggar PP no 53 Tahun 2010 tentang kepegawaian.

"‎Sudah kita panggil, alasannya BA dia ingin melanjutkan pendidikan spesialis di UI. Semestinya dia ada punya izin SK untuk melanjutkan kuliah lagi, barulah diizinkan tidak ikut pra jabatan," kata Encep Jakarsih, Kamis (27/12/2018).

Disebutkan Ecep, terungkapnya masalah ini saat pelaksanaan pra jabatan bagi para CPNS yang dilaksanakan pada Maret 2017 silam. Namun saat itu, dokter BA tidak mengikuti kegiatan tersebut.

Padahal pra jabatan adalah syarat mutlak untuk menjadi seorang abdi negara. Ulah BA yang cukup mencengangkam, meski tidak mengikuti pra jabatan di Tanjab Barat, yang bersangkutan justru nekat mengikuti pra jabatan di kabupaten lain.

Hal itu dilakukannya tanpa seizin dan sepengetahuan pihak Pemkab Tanjab Barat. 

"‎Saya juga heran, kok bisa kabupaten lain menerimanya. Waktu itu kita undang lagi yang bersangkutan ke sini (BKPSDM), tapi tidak digubris dan malah terus ikut pra jabatan di kabupaten lain itu," ujar Encep. 

Pihak BKPSDM bahkan sempat mengundang dokter muda itu berserta orang tuanya. 

"Kita tanyakan sebenarnya pilihannya seperti apa sekarang ini, mau melanjutkan CPNS atau kuliah? dan ternyata dia (BA) lebih memilih melanjutkan kuliahnya," beber Encep. 

"Ya sudah, keputusan itulah yang menjadi dasar kita memproses. Dan sekarang dalam proses pemberian sanksi berat hingga pemberhentian, termasuk gajinya distop," tandas Encep. (IMC01) 

Reporter : Hengky