MK Periksa 16 Saksi Termasuk Ahli, Sengketa Pilgub Jambi Tunggu Putusan

MK Periksa 16 Saksi Termasuk Ahli, Sengketa Pilgub Jambi Tunggu Putusan
ilustrasi. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Babak baru sengketa hasil Pilgub Jambi di Mahkamah Konstitusi (MK), yakni sidang pembuktian telah digelar, Selasa (23/2/2021) kemarin. Ada sebanyak 16 orang yang didengar keterangannya dalam sidang tersebut. 

Mereka terdiri dari 15 orang saksi dari pihak pemohon, termohon dan pihak terkait. Kemudian, satu orang saksi ahli yang diajukan pihak pemohon, Cek Endra-Ratu Munawaroh (CE-Ratu). 

Dalam sidang yang digelar sejak pagi, pukul 08.00 Wib, hingga pukul 17.00 Wib ini kabarnya, majelis hakim konstitusi lebih menekankan pada pembuktian soal aturan pemilih yang boleh masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Yang intinya, bolehkah pemilih yang tidak memiliki KTP atau Surat keterangan (suket) dimasukkan dalam DPT.
 
Seperti diketahui, CE-Ratu mempersoalkan pemilih tidak berhak yang tanpa memiliki E-KTP dan Suket diberikan kesempatan memilih. Totalnya sekitar 13.487 suara.

BACA JUGA : Romi Enggan Mendaftar Sebagai Calon Ketua DPD PAN Tanjab Timur dan Dikabarkan Bakal Hengkang, H Bakri: Itu Hak Dia

Menurut kuasa hukum CE-Ratu, Yusril Ihza Mahendra, hak memilih telah diatur dalam pasal 56 dan 57 UU Nomro 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, yang menyatakan bahwa satu-satunya syarat utama pemilih bisa menncoblos dibuktikan dengan kepemilikan E-ktp atau Surat Keterangan Telah Melakukan Rekam Data Elektronik (SUKET) dari Dinas Dukcapil setempat. 
 
Dari sidang pemeriksaan saksi dan ahli kemarin, Cek Endra mengaku optimis permohonannya akan dikabulkan majelis hakim konstitusi. ‘’Kita tunggu saja keputusan hakim nanti. Yang jelas, selaku pemohon saya optimis permohonan kita akan dikabulkan,’’ katanya.  

BACA JUGA : CE-Ratu dan KPU Adu Data dan Saksi di MK Pagi Ini

Sementara itu, Komisioner KPU Provinsi Jambi, Apnizal juga mengaku optimis saksi dan alat bukti dari KPU bisa mematahkan dalil pihak pemohon. Dia berkeyakinan, hakim akan menerima eksepsi KPU. 

Namun, pihaknya harus bersiap dengan kemungkinan terburuk, bahwa hakim mengabulkan permohonan pasangan CE- Ratu untuk dilaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU).
 
“Masing-masing pihak kan punya keyakinan masing-masing. Tapi kalau kami yakin, eksepsi akan diterima oleh hakim. Sekarang tergantung dengan keyakinan hakim,” katanya.
 
Menurut Apnizal, dalam sidang kemarin pihaknya mengajukan lima orang saksi. Kemudian, pihak pemohon juga lima saksi. Begitu juga dengan pihak terkait. Ditambah satu saksi ahli dari pihak pemohon.
 
“Agendanya pemeriksaan saksi dan alat bukti dari pihak pemohon, kemudian dilanjutkan dari pihak termohon, kemudian saksi dan alat bukti dari pihak terkait yakni pasnagan Haris – Sani. Terakhir mendengarkan keterangan dari Bawaslu. Bawaslu tidak ada meyiapkan saksi. Ada satu saksi ahli dari pihak pemohon, dari termohon dan pihak terkait tidak ada saksi ahli. Jadi totalnya 16 saksi,” jelasnya.

Apnizal membeberkan, lima saksi yang dihadirkan, tiga orang pemilih dari Tanjab Timur dan Muarojambi. Kemudian dua orang penyelenggara dari Tanjab Timur dan Muarojambi. 
 
“Dua orang KPPS Tanjabtim dan Muarojambi. Kalau alat  bukti yang kami sediakan terkait administrasi di TPS. Ada data pemilh, daftar hadir, DPT, pernyataan-pernyatanaan, salinan hasil, dan lain sebagainya,” ungkapnya.
 
Dia mengatakan, sidang kemarin merupakan sidang terakhir. Tidak ada agenda sidang lagi. Semua pihak tinggal menunggu hasil keputusan pada tanggal 16,17,18 Maret 2020 mendatang. (IMC01)