Menkominfo: Tetap Jalankan Protokol Kesehatan

Menkominfo: Tetap Jalankan Protokol Kesehatan
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac dosis pertama ke seorang tenaga kesehatan saat vaksinasi massal di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar vaksinasi dengan menargetkan 6.000 orang tenaga kesehatan yang bertugas pada fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta di DKI Jakarta. (ist)

IMCNews.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau masyarakat untuk terus menjalankan protokol kesehatan di tengah tingkat penerimaan vaksin COVID-19 di masyarakat cukup baik.

Survei global Facebook bersama University of Maryland menunjukkan tingkat penerimaan vaksin (vaccine acceptance rates) di Indonesia berada di angka 74,59 persen.

Hasil survei, dalam keterangan resmi, per 5 Februari tersebut menunjukkan ada 74,59 persen responden di Indonesia mau menerima vaksin COVID-19.

"Masyarakat semakin mengerti dan paham akan pentingnya vaksinasi COVID-19," kata Menteri Kominfo, Johnny G Plate, saat dihubungi wartawan.

Tingkat penerimaan vaksin berbeda di setiap negara. Vietnam, salah satu negara yang juga masuk survei Facebook menunjukkan angka 86 persen dalam vaccine acceptance rate, sementara Filipina 60 persen.

Johnny melihat, meskipun tingkat penerimaan vaksin berdasarkan survei tersebut baik, masyarakat tetap tertib menjalakan protokol kesehatan yaitu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak.

"Jangan lupa, terus mengingatkan kepada setiap sahabat, kenalan dan keluarga untuk melaksanakan vaksinasi COVID-19 sesuai jadwal yang ditentukan dan diatur oleh pejabat yang ditunjuk, agar vaksinasi berjalan lancar dan Indonesia dapat segera mencapai 'herd immunity'," kata Johnny.

Survei Facebook merupakan bagian dari program Data for Good, lebih dari 39 juta responden di 200 negara dan wilayah yang ikut survei tentang penyebaran COVID-19 ini sejak April 2020.

Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia dimulai sejak 13 Januari lalu, secara bertahap diberikan secara gratis kepada masyarakat, dimulai dari tenaga kesehatan dan para pekerja di sektor publik, yang berisiko terpapar virus corona.

Untuk mendukung program vaksinasi COVID-19 berjalan lancar, pemerintah menerapkan manajemen Satu Data Vaksinasi COVID-19 sekaligus untuk perlindungan dan keamanan data program tersebut.

Pemerintah mengintegrasikan tiga aplikasi yang sebelumnya secara terpisah digunakan untuk mengatasi penyebaran virus corona, yaitu PeduliLindungi dari Kominfo, PrimaryCare dari BPJS Kesehatan dan Smile dari Kementerian Kesehatan dan United Nation Development Program (UNDP).

Ketiga aplikasi tersebut berbagi fungsi untuk pendaftaran ulang, pencatatan hasil vaksinasi hingga memantau distribusi vaksin dari tingkat provinsi sampai ke titik fasilitas layanan kesehatan. (IMC02/Ant)