Nasional

Menkeu Akan Kaji Besaran PPN Avtur yang Dituding Pengaruhi Harga Tiket Pesawat

Feb 12, 2019
PPN avtur tinggi dituding jadi penyebab tiket pesawat mahal (ist)
PPN avtur tinggi dituding jadi penyebab tiket pesawat mahal (ist)

IMCNews.ID, Jakarta - Tingginya pajak pertambahan nilai (PPN) atas avtur dituding jadi penyebab melonjaknya harga tiket pesawat akhir-akhir ini. Menelaah kemungkinan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan mengkaji besaran pajak tersebut.

"Kalau penerapan PPN itu sama, kami akan berlakukan sama. Jadi dilihat supaya tidak ada kompetisi tidak sehat antara Indonesia dengan yang lain," kata Sri Mulyani,  Selasa (12/2/ 2019).

Pemerintah akan membandingkan PPN avtur Indonesia dengan negara-negara lain. "Kalau itu sifatnya adalah 'level of playing field', kita bersedia untuk membandingkan dengan negara lain, dengan Singapura, Malaysia," kata Sri dilansir Tempo.co.

Saat ini, PPN atas transaksi avtur untuk keperluan angkutan udara di Indonesia sebesar 10 persen. Tarif PPN tersebut sudah dibebankan sejak 2003. Sedangkan, tarif PPN atas penyerahan avtur di negara-negara tetangga di Asia Tenggara, masih berkisar satu digit.

Presiden Joko Widodo Senin (11/2/2019) juga menuding tingginya harga avtur yang penjualannya dimonopoli Pertamina jadi penyebab pihak maskapai menaikkan harga tiket pesawat.

Jokowi pun menyatakan akan memanggil Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati untuk membahas hal masalah tersebut.

Jokowi mengaku baru mengetahui harta tiket pesawat domestik meningkat tinggi karena harga avtur yang mahal. "Ternyata avtur yang dijual di Soekarno-Hatta dimonopoli oleh Pertamina," katanya dalam sambutan Rapat Kerja Nasional Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Ia mengatakan, akan memberikan dua pilihan kepada Pertamina. Pertama, meminta Pertamina menyesuaikan harga agar harga avtur domestik setara dengan harga internasional. Jika opsi pertama tidak bisa dilakukan, pilihan kedua pemerintah akan mengizinkan perusahaan minyak lain menjual avtur sehingga menyebabkan kompetisi harga.

Dengan opsi terakhir, Jokowi meyakini akan ada banyak perusahaan minyak tertarik dalam distribusi avtur di Bandara Soekarno-Hatta. Di sisi lain, Jokowi pun yakin Pertamina mampu bersaing.(IMC02)