Mantan Kalapas Sukamiskin Terancam 20 Tahun Penjara

Mantan Kalapas Sukamiskin Terancam 20 Tahun Penjara
Wahid Husen menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Bandung. (ist)

IMCNews, Bandung - Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Wahid Husen menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi/Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Bandung, Rabu (5/12/2018). Dia terancam penjara 20 tahun.

Wahid Husen menjadi terdakwa atas dugaan kasus suap pemberian fasilitas, perizinan ataupun pemberian lainnya ketika ia menjabat Kalapas Sukamiskin. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Daryanto, dan dua anggota Sudira dan Marsidin Nawawi berlangsung di ruang satu PN Klas 1A Bandung.

Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Trimulyono Hendardi dalam dakwaannya menyatakan, Wahid Husen menerima sejumlah uang dan barang dari warga binaan Lapas Sukamiskin bersama ajudannya Hendry Saputra (sidang terpisah) pada Maret 2018.

Wahid yang merupakan pegawai negara dinilai telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai kejahatan. Adapun uang dan barang yang disebutkan dalam dakwaan primer yang diterima Wahid Husen dan ajudannya, pertama berasal dari Fahmi Daemawansyah berupa satu unit mobil jeni double cabin 4x4 merk Mitsubishi Triton, sepasang sepatu boot, sepasang sendal merk Kenzo, saty tas merk Louis Vutton dan uang sejumlah Rp39,5 juta.

Kedua, menerima uang dari Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan sejumlah Rp63,3 juta. Ketiga, menerima uang Rp71 juta dan fasilitas peminjaman mobil Toyota Innova serta dibayari menginap di Hotel Ciputra Surabaya selama dua malam.

"Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukannsesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya," ujar Trimulyono dikutip dari Kumparan.

Trimulyono menyatakan, terdakwa juga patut menduga bahwa sejumlah hadiah tersebut diberikan karena telah memperbolehkan ataupun membiarkan Fahmi Darmawansyah, Tubagus Cjaeri Wardhana dan Fuad Amin Imron sebagai narapidana Lapas Sukamiskin mendapatkan berbagai fasilitas istimewa di dalam lapas termasuk penyalahgunaan dalam pemberian izin keluar dari lapas.

Jaksa penuntut KPK menyatakan, atas perbuatannya terdakwa dijerat pasal 12 huruf b sebagaimana dakwaan primair, dan pasal 11 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 44 ayat (1) ke-1 KUHP Jo pasal 65 ayat (1) KUHP yang ancaman maksimalnya 20 tahun penjara.

Pengacara terdakwa Firma Uli Silalahi mengatakan pihaknya siap menguji materi dakwaan jaksa dengan fakta-fakta di persidangan, juga melalui keterangan saksi dan alat bukti.

“Dalam dakwaan kan masih semacam pemeriksaan dari jaksa penyidik dituangkan dalam dakwaan. Semua isi materi dakwaan itu akan diuji," kata Firman.

Mengenai gratifikasi uang, mobil dan fasilitas lainnya sebagaimana di dakwaan jaksa, Firma menyatakan akan menunggu agenda persidangan berikutnya yaitu pemeriksaan saksi. Sebab saksi yang akan melengkapi materi persidangan. (IMC01)