Daerah

Ledakan Ruko di Medan, Penyebab dan Identitas Korban Masih Gelap

Apr 12, 2019 03:42
kondisi rumah toko (ruko) di Medan pasca terjadinya ledakan. Penyebab ledakan serta identitas korban hingga saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (ist)
kondisi rumah toko (ruko) di Medan pasca terjadinya ledakan. Penyebab ledakan serta identitas korban hingga saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (ist)

IMCNews.ID, Medan – Pihak kepolisian Medan terus melakukan penyelidikan terkait ledakan di sebuah rumah took (ruko) yang berada di Jalan Kruing Nomor 3-D, 3-E Lingkungan VIII, Kelurahan Sikap, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, kamis malam. Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto mengatakan, tim Laboratorium Forensik Polri telah diturunkan untuk memastikan penyebab ledakan bangunan ruko tersebut.

"Hingga kini belum dapat memastikan penyebab ledakan yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia, dan 10 orang luka-luka," kata Hartanto.

Ketika ditanyakan mengenai penyebab ledakan berasal dari gas tanam toko sate yang berada di tempat kejadian perkara (TKP), Kapolrestabes Medan menegaskan, tak bisa berspekulasi mengenai penyebab ledakan. "Kita tunggu saja hasil dari ahli dari Labfor Medan," katanya pula.

Terpisah, Manajer Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Muhammad Yunus menyebutkan sampai saat ini identitas korban ledakan itu belum diketahui. Petugas pemadam kebakaran dan BPBD Kota Medan, menurut dia, melakukan upaya pemadaman kobaran api yang menghanguskan rumah dan toko (ruko) tersebut.

"Kami saat ini masih bekerja di lokasi kejadian.nanti hasil perkembangan baru akan kami sampaikan," kata Yunus.

Sales Area Head Perusahaan Gas Negara (PGN) Medan Saeful Hadi menegaskan, ledakan yang terjadi di Jalan Kriung Medan, Kamis dan menimbulkan korban jiwa bukan berasal dari gas bumi. "Ledakan yang terjadi di Jalan Kriung Medan pada Kamis (11/4) dipastikan bukan berasal dari gas bumi PGN," ujarnya di Medan,pada Kamis malam.

Saeful mengataka, itu menjawab pertanyaan melalui telepon selular soal peristiwa ledakan di Jalan Kruing, Medan yang merusak sejumlah bangunan, menewaskan dua orang dan beberapa orang lainnya luka-luka. Ditegaskannya, kepastian bahwa sumber ledakan bukan dari gas bumi setelah tim turun ke lokasi kejadian. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, katanya, meteran gas ditemukan masih bagus dan tidak adanya kebocoran pipa yang ditemukan di lokasi. Laporan Tim Penanganan Gangguan PGN memastikan bahwa instalasi gas PGN yang tersambung dalam rumah tidak rusak. “Semuanya telah diperiksa, tidak ada yang rusak dan bocor,” ujarnya.

Namun diakui, penyelidikan masih terus dilanjutkan dengan kawalan aparat keamanan untuk memastikan penyebab ledakan. “Sesuai SOP, PGN menutup sementara aliran gas dan saat ini polisi juga tengah melakukan olah tempat kejadian perkara," ujarnya.

Ia menjelaskan, gas bumi bersifat lebih ringan dari udara sehingga apabila terjadi kebocoran, gas bumi itu tidak akan memenuhi ruangan. Apalagi, dilihat di lapangan rumah tersebut banyak ventilasi udaranya. "Karena lebih ringan dari udara, saat ada kebocoran maka gas akan terbang ke udara dan keluar lewat ventilasi yang ada, " katanya.

Hasil dari pantauan di lapangan, di ruko Jalan Kriung No 3 D terlihat ada empat tabung gas ukuran 3 kg, dan 1 tabung gas ukuran 12 kg. Salah satu tabung gas diduga bocor karena masih ditutupi oleh kantong plastik. Sebelumnya, dua orang warga meninggal dunia akibat ledakan yang terjadi sebuah rumah dan toko di Jalan Kruing Nomor 3-D, 3-E Lingkungan VIII,Kelurahan Sikap, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Provinsi Sumutera Utara, Kamis, sekitar pukul 20.30.00 WIB. Akibat peristiwa ledakan itu, 10 orang mengalami luka-luka, dan dua orang meninggal dunia merupakan anak kecil. Korban luka-luka sudah dibawa ke Rumah Sakit Royal Prima Medan untuk menjalani perawatan medis.(imc02/ant)