Layani Pembelian BBM dengan Jerigen, SPBU Pelayang Raya Sebut Sesuai Aturan

Layani Pembelian BBM dengan Jerigen, SPBU Pelayang Raya Sebut Sesuai Aturan
Suasana di SPBU Pelayang Raya. (ist)

IMCNews.ID, Sungai Penuh - SPBU 24.371.20 Pelayang Raya, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi menjadi sorotan karena melayani pembelian BBM bersubsidi jenis bio solar kepada konsumen menggunakan jerigen. 

Persoalan itu mendapat tanggapan langsung dari manager SPBU 24.371.20 Pelayang Raya, Sa'adiah. Dia membenarkan bahwa di SPBU Pelayang Raya memang melayani pengisian jerigen, salah satunya bio solar subsidi. 

Namun, kata dia, pengisian jerigen bio solar diperuntukkan bagi pelaku UMKM yang ada di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

"Untuk saat ini tercatat sekitar 150 lebih UMKM yang membeli BBM jenis bio solar di SPBU kita. UMKM ini sesuai dengan data rekomendasi dari kepala desa, seperti UMKM penggiling padi, dan jenis UMKM lainnya yang menggunakan BBM bio solar," ungkap Sa'adiah, Sabtu (20/2/2021) lalu. 

Setiap UMKM, lanjut dia, juga mendapat jatah BBM terbatas, yakni paling banyak 3 jerigen setiap pengisian. Dengan jumlah UMKM yang mencapai 150 tentu jumlah jerigen yang diisi tidak sedikit.

"Selain jerigen, pengisian bio solar untuk kendaraan umum juga tetap. Kita juga mencatat dan melaporkan setiap pembelian bio solar subsidi termasuk kendaraan kita catat nomor polisinya dan nomor HP pemilik kendaraan," ungkapnya.

Dia menyebut, untuk kuota BBM Jenis Bio Solar di SPBU Pelayang Raya perharinya sebanyak 14.000 KL. Kuota tersebut dinilai masih kurang oleh pihak SPBU.

"Warga yang memiliki UMKM seperti rice milling bisa sampai 2 hari, tidak cukup 14.000 kl itu. Untuk pembagian kuotanya 30 persen untuk UMKM seperti jerigen dan 70 persen untuk kendaraan umum,"sebutnya. 

Sa'adiah juga menjelaskan, terkait adanya antre kendaraan beberapa waktu belakangan, itu disebabkan karena salah satu SPBU di Kota Sungai Penuh belum beroperasi yakni SPBU di Kumun. Sehingga masyarakat dari wilayah hilir mengisi BBM di SPBU Pelayang Raya.

"Beberapa hari ini SPBU di Kumun sudah mulai beroperasi, dan sekarang tidak terdapat lagi antre kendaraan di sini," katanya.

Dalam kesempatan itu, Sa'adiah membantah banyaknya pedagang minyak eceran di depan SPBU yang menjual bio solar diambil dari SPBU mereka. 

"Kita tidak menjual ke bukan UMKM. Dan lagi juga ada disebutkan satu orang membawa 5 atau lebih jerigen ke SPBU, itu merupakan tukang ojek yang menjual jasa antar-jemput jerigen UMKM yang dibeli di SPBU," terangnya.

Dia meminta, masyarakat untuk melaporkan jika ada pelaku UMKM yang curang atau menjual BBM yang dibeli dari SPBU. Dia memastikan akan menghentikan pastikan. 

Sementara itu, advokad SPBU Pelayang Raya, Kurniadi Aris SH MH, juga menambahkan bahwa operasional SPBU Pelayang Raya sudah sesuai SOP. Jika tidak sesuai SOP tentu akan mendapat sanksi dari Pertamina.

"SPBU ini sudah 30 tahun beroperasi, itu salah satu bukti bahwa selama SPBU ini melaksanakan operasional sesuai SOP. Disamping itu, SPBU membuka diri menerima masukan dan laporan dari masyarakat, agar pelayanan terhadap masyarakat dapat selalu berjalan dengan baik," ungkapnya.(*)