Nasional

Kuasa Hukum Habib Rizieq: Bilang ke Ngabalin Suruh Presiden Pulangkan dan Hapus Semua Perkara Habib

Aug 25, 2019 12:54
Habib Rizieq Shihab. (ist)
Habib Rizieq Shihab. (ist)

IMCNews.ID, Jakarta - Kuasa hukum Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab, Damai Hari Lubis, menyambut ajakan dialog soal kebangsaan yang dilontarkan Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin. Jika ajakan itu serius, Damai meminta Presiden Jokowi memulangkan Habib Rizieq.

"Kalau benar orang-orang pemerintahan serius mau dialog politik kebangsaan dan keterkaitannya dengan sistem ideologi Pancasila, dalam hal ini maka terkait statemen yang disampaikan oleh Ngabalin di beberapa media, hendaknya kami PA 212 berharap Ngabalin segera sampaikan ke Presiden Jokowi agar kembalikan IB Habib Rizieq Syihab/IB HRS ke tanah air dan berjanji secara tertulis akan hentikan atau hapuskan seluruh perkara yang pernah dilaporkan untuk IB HRS," kata Damai kepada wartawan, Minggu sebagaimana dikutip dari detik.com

Damai mengatakan Habib Rizieq terbuka untuk berdialog. Dialog itu, kata Damai, haruslah demi keutuhan bangsa dan negara. 

"Maka dialog terbuka bisa dimulai kapanpun demi keutuhan bangsa dan negara sehingga sikap solusi pemerintah sinkron dengan slogan-slogan pemerintah selama ini tentang isi statement NKRI harga mati," ujarnya.

Sebelumnya, Ngabalin merespons tuduhan Habib Rizieq yang menyebut pengurus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tak paham esensi Pancasila, bahkan cenderung berkhianat terhadap ideologi bangsa. Ngabalin meminta Habib Rizieq mengirim delegasi untuk berdialog.

"Semestinya gagasan-gagasan cerdas yang dimiliki oleh Rizieq itu bisa disampaikan kepada pemerintah, duduk bareng kita ngobrol. Siapa-siapa yang beliau utus kalau beliau belum bisa masuk kembali ke Tanah Air, apa yang hendak diberi masukan, monggo. Tapi menggunakan diksi dan narasi dengan memberikan akronim yang dengan pilihan-pilihan kata yang tidak tepat bagi seorang tokoh, seorang ulama, habaib yang dialamatkan kepada pemerintah, kepada presiden, kepada negara, menurut saya tidak terlalu etis. Biarlah nanti umat, rakyat dan bangsa Indonesia yang memberikan penilaian kepada apa yang dilakukan oleh saudara Rizieq Syihab," ujar Ngabalin. (IMC02)