Kementrian PUPR Lelang Dini 4.060 Paket Proyek Senilai Rp 46,64 Triliun, Ini Anggarannya

Kementrian PUPR Lelang Dini 4.060 Paket Proyek Senilai Rp 46,64 Triliun, Ini Anggarannya
Ilustrasi - Jalan tol. (ist)

IMCNews.ID, Jakarta - Sebanyak 4.060 paket proyek di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah dilakukan pelelangan dini. Total paket proyek yang dilelang dini itu senilai Rp46,64 triliun.

Lelang dini ini dilakukan dalam rangka percepatan realisasi pelaksanaan kegiatan infrastruktur Tahun Anggaran 2021. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, lelang dini dapat meningkatkan kualitas pembelanjaan anggaran pembangunan infrastruktur. Pasalnya, pekerjaan dapat dimulai lebih awal.

"Kontraktor/penyedia jasa yang berkualitas dengan sendirinya akan banyak dicari oleh pengguna jasa," kata Menteri Basuki, Minggu (29/11/2020).

Menteri Basuki menambahkan, dalam proses pelelangan diharapkan dapat dilakukan peningkatan pemanfaatan Teknologi Informasi, penyederhanaan regulasi, peningkatan penggunaan Produk Dalam Negeri (TKDN), peningkatan peran UMKM, dan optimalisasi pengawasan untuk menindak tegas terhadap pelanggaran dan praktik KKN, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Pelelangan dini ini telah dimulai sejak Oktober 2020 sebagaimana terekam dalam sistem e-monitoring pada status 28 November 2020. Seiring waktu jumlah paket yang akan dilelang dini akan terus bertambah.

Dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2021 yang telah disetujui Komisi V DPR RI, pagu anggaran Kementerian PUPR TA 2021 sebesar Rp149,81 triliun.

Anggaran dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air sebesar Rp58,55 triliun, konektivitas sebesar Rp53,96 triliun, permukiman sebesar Rp26,56 triliun, dan perumahan sebesar Rp8,09 triliun.

Kemudian pengembangan sumber daya manusia sebesar Rp563,79 miliar, pembinaan konstruksi sebesar Rp757,68 miliar, pembiayaan infrastruktur sebesar Rp273,68 miliar, dukungan manajemen sebesar Rp748,20 miliar, pengawasan sebesar Rp101,74 miliar, dan untuk perencanaan infrastruktur sebesar Rp206,18 miliar.

Dari total pagu anggaran tersebut, pelaksanaan tender yang terekam dalam sistem e-monitoring status 27 November 2020 untuk infrastruktur bidang sumber daya air sebanyak 1.910 paket senilai Rp18,31triliun, infrastruktur konektivitas 1.235 paket senilai Rp18,8 triliun, infrastruktur permukiman 630 paket senilai Rp7,38 triliun, dan perumahan 257 paket senilai Rp1,88 triliun.

Kontrak paket pekerjaan tersebut berasal dari seluruh unit organisasi Kementerian PUPR yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. (IMC01/ant)