Hukum

Kawanan Perampok Sarang Walet Bersenpi Diringkus Polisi

Sep 14, 2019 09:15
Empat pelaku Perampok Sarang Walet yang berhasil diringkus pihak kepolisian. (ist)
Empat pelaku Perampok Sarang Walet yang berhasil diringkus pihak kepolisian. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Polda Jambi berhasil meringkus kawanan perampok Sarang Walet. Kawanan ini, bukan kelas amatir, selain menggunakan senjata api dalam setiap aksinya, kawanan ini juga beraksi dengan profesional, alias rapi dan efektif dalam setiap perampokannya. 

"Mereka ini dalam aksinya selalu terencana dengan baik. Ada yang menunggu di mobil, ada yang mengamati situasi, ada yang mendobrak pintu dan ada yang menondongankan senjata api (senpi)," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Edi Fariyadi, Jumat sore (13/9/2019). 

Kawanan perampok Sarang Walet ini, berjumlah delapan orang. Empat diantaranya sudah dibekuk pihak kepolisian. Mereka adalah Angga Aprian (28) warga Desa Sumber Harapan, Kecamatan Pelepat Ilir, Amin Nariamin (30), Roni Saputra (23) M Abrorir (39) ketiganya merupakan warga Jalan Tri Rejo RT 18, Kelurahan Kenali Asam Basah, Kecamatan Kota Baru.

Dalam aksinya, para pelaku juga tidak segan-segan menembakan senjata api jika ketawan. Hal ini dilakukan salah satu tersangka Amin Nariamin yang sempat menembak korban saat beraksi di Betara Tanjung Jabung Barat. "Kejadiannya itu 3 September 2019, saat itu Mujimun yang merupakan penunggu sarang walet nyaris terkena tembakan," ungkapnya.

Saat ini Tim Resmob tengah mendalami kepemilikan senjata yang di milik Amin Nairamin tersebut. Selain itu, empat orang lagi masih diburu untuk di tangkap. "Sisanya lagi masih DPO dalam waktu dekat kita sikat," katanya 

Sementara itu, salah satu pelaku Amin Nariamin mengatakan dirinya melakukan asksinya sudah beberapa kali pertama di Paal 10 yang ia jual dengan harga Rp10,7 juta, Rp13 juta dan Rp 35 juta yang di betara. "Beberapa kali ada yang di Paal 10 itu 6 orang, terus lokasi lain tujuh orang dan terakhir delapan orang,"katanya.

Pelaku mengaku setiap kilo sarang walet hasil rampokannya itu langsung dijual dan dibagi hasil sesuai dengan harga yang di jualnya. "Menyesuaikan kalau satu kilo harganya Rp13 juta. Uangnya dibagi untuk kebutuhan hidup dan sehari-hari lainnya," tandasnya. (IMC02)