Kain Tenun Indonesia Diminati Warga Inggris

Kain Tenun Indonesia Diminati Warga Inggris
Kain tenun khas Indonesia. (ist)

IMCNews.ID, London - Kain Tenun asal Sumba mengunakan pewarna alam yang dijual dalam bazar akhir tahuh digelar dalam rangka menyemarakkan peringatan Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang ke-19, diminati warga Inggris.

"Saya senang dengan kain tenun Indonesia yang mengunakan pewarna alam," ucap Susan, Rabu yang dengan senang hati menghabiskan lebih dari 250 pound untuk membeli kain tenun Sumba yang dijajahkan di stand milik Cathy Paat.

Cathy kepada Antara London mengatakan ia merasa bangga bisa mempromosikan kain tenun dan berbagai produksi Indonesia diluar negeri.

Pada acara bazar yang di tujukan untuk masyarakan Indonesia dan warga Inggris, Stand Cathy, mantan Ketua Diaspora Indonesia di Inggris itu mengakui standnya banyak didatangi warga Inggris, karena menjual produksi kain tenun dan batik dari disainer Indonesia berkualitas.

Barang yang saya jual antara lain Handmade Bag Miliku perpaduan kulit dan tenun Bali, Tenun Sumba, Batik Silk, perhiasan Perak dan Barok, ujar Cathy yang lama menetap di London.

Menurut Cathy, pengunjung mengatakan sangat terpukau akan kekayaan hasil karya Indonesia yang sangat Indah. Tenun Sumba, Baju Batik Tulis dan selendang jumputan Palembang langsung habis, sangat digemari pembeli.

Pensosbud KBRI London, Maradona A. Runtukahu kepada Antara London, Rabu mengatakan dalam bazar akhir tahun yang diadakan di gedung KBRI London, Selasa dihadiri tidak kurang dari 100 tamu.

Undangan baik dari lingkungan DWP KBRI London serta tamu dari Perwakilan Asing negara-negara sahabat di London berlangsung meriah selain bazar yang menjual berbagai barang kerajinan dan juga bahan makanan Indonesia seperti bumbu instan, kecap dan tempe dari Toko Gordon juga kripik sanjay dan kerupuk kulit dari makanan warung Padang Uni Dewi.

Dalam acara itu juga ditampilkan acara kesenian berupa musik angklung dibawakan London Angklung Ensemble membawakan lagu Manuk Dadali, Bengawan Solo dan Mamamia dilanjutkan fashion show batik dan tenun diperagakan oleh anggota serta kesenian berupa tari jaipongan oleh Vievie Alexandra dan ditutup dengan line dance seluruh tamu dan anggota DWP, dengan diiringi lagu Mamere dan Poco poco.

Duta Besar RI di London , Dr. Rizal Sukma, menyampaikan apresiasi kepada DWP KBRI London atas kiprahnya yang aktif menghimpun dan membina para Ibu pendamping suami yang menjabat di KBRI London serta komunitas Diaspora Indonesia di London.

Dubes juga mengapresiasi anggota Dharma Wanita Persatuan yang berperan aktif dalam upaya mempromosikan kekayaan budaya Indonesia serta produk-produk Indonesia baik di Negara akreditasi serta membantu meningkatkan diplomasi people to people contact. Sementara itu Ketua DWP KBRI London Hana Satriyo menyampaikan bahwa segenap anggota DWP KBRI London patut bersyukur dan bangga di usia ke-19 tahun, DWP Pusat dan DWP KBRI London tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang berperan aktif memberdayakan anggotanya di tengah-tengah komunitas masyarakat Indonesia di London melalui kegiatan bazar akhir tahun mempromosikan kekayaan budaya Indonesia serta produk-produk terbaik dari tanah air.

Pada akhir acara Pengurus Dharma Wanita memberikan penghargaan kepada salah seorang anggota Dharma Wanita, Sri Owen penulis buku masakan Indonesia sebagai kuliner Ambassador. Sri Owen berhasil menulis buku masakan Indonesia mengatakan , Selamat Ulang Tahun untuk Dharma Wanita dan menyampaikan Terimakasih kepada semua anggota DWP dan merasa terkejut dan bersyukur atas kehormatan yang diterimanya.

Maraknya peserta acara dari berbagai kalangan menunjukan animo yang meriah atas inisiatif kegiatan yang digelar di akhir tahun in. Apresiasi disampaikan undangan merupakan bentuk dukungan eksistensi organisasi Dharma Wanita Persatuan KBRI London dalam membantu menggerakan roda diplomasi Perwakilan RI di London. (IMC01)