Jambi Terkini

Jelang Idul Adha, Penjualan Hewan Kurban Meningkat

Aug 9, 2019 10:45
Sapi yang siap dijual untuk hewan kurban. Penjualan hewan kurban di Jambi dinyatakan meningkat. (ist)
Sapi yang siap dijual untuk hewan kurban. Penjualan hewan kurban di Jambi dinyatakan meningkat. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Penjualan hewan kurban di Provinsi Jambi meningkat sebesar empat persen, dari 12.576 ekor hewan qurban tahun 2018 meningkat menjadi 13.100 hewan qurban di tahun 2019 ini.

"Jumlah hewan qurban meningkat 4 persen dari tahun lalu, stok yang paling banyak tentu di Kota Jambi," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi, Akhmad Maushul. 

Dari 13.100 ekor hewan kurban yang akan di sembelih, terdiri dari 200 ekor sapi, 673 ekor kerbau dan 4.000 ekor lebih kambing. Hewan kurban tersebut tersebar di sebelas kabupaten dan kota di provinsi Jambi. 

Sementara itu, stok hewan kurban di Kota Jambi untuk diqurbankan mencapai 1.900 ekor hewan ternak. Sementara kebutuhan hewan qurban diperkirakan hanya 1.800 ekor.

"Sejumlah 1.900 ekor hewan kurban tersebut tersebar di 80 pedagang hewan kurban yang ada di Jambi," kata Kepala DKPP Kota Jambi Damiri. 

Jika stok hewan kurban tersebut kurang, maka pemkot Jambi mengupayakan akan mendatangkan hewan kurban dari luar provinsi itu. Saat ini, 60 persen hewan qurban yang ada di provinsi berasal dari Provinsi Lampung.

Sebelum dilakukan penyembelihan, terlebih dahulu hewan kurban tersebut diperiksa kesehatannya agar daging hewan kurban yang nantinya diberikan kepada masyarakat benar-benar aman di konsumsi.

Pengecekan hewan kurban tersebut dilakukan secara gratis, sesuai dengan instruksi Walikota. Jika ada pedagang atau peternak yang ingin memastikan kesehatan hewannya dapat melaporkan ke dinas pertanian dan ketahanan pangan Kota Jambi.

Dokter Hewan (DRH) Aris mengatakan masyarakat perlu waspada terhadap penyakit zoonosis yang dapat menular ke manusia. Oleh karena itu jika nantinya ada ternak yang dinyatakan positif penyakit tersebut, maka tidak disarankan untuk dikonsumsi.

Selain itu sebelum membeli juga perlu dilakukan pengamatan ciri-ciri fisik hewan tersebut. Misalnya tidak cacat, tidak pincang, lalu pada mulut, hidung dan anusnya tidak mengeluarkan leleran atau cairan yang berlebihan. (IMC01)