Hukum

Istri Pelaku Bom Bunuh Diri Medan Lebih Dulu Terpapar Radikalisme

Nov 14, 2019 02:15
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo. (ist)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo. (ist)

IMCNews.ID, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo mengatakan bahwa DA, istri pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan diduga lebih dahulu terpapar paham radikalisme daripada suaminya.

"DA diduga terpapar lebih dahulu dibandingkan pelaku," kata Brigjen Dedi di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan Densus 88 setelah mengamankan DA setelah terjadinya peristiwa bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11).

DA juga diketahui cukup aktif di media sosial. Dalam komunikasi di media sosial, mereka diduga merencanakan aksi terorisme."Lagi didalami dan dikembangkan (kasus)," katanya.

Pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, diketahui berinisial RMN (24 tahun), lahir di Medan dan statusnya pelajar atau mahasiswa. RMN beralamat di Kelurahan Sei Putih Barat, Medan Petisah, Kota Medan.

RMN diketahui memiliki akun Youtube dan mengunggah konten parodi liputan banjir. Di akun Youtube-nya, RMN hanya mengunggah dua video.

Polri menyebut, dalam melakukan aksinya, RMN melilitkan bom di pinggangnya. Ledakan terjadi di depan Kantor Bagian Operasi Mapolrestabes Medan, tak jauh dari pintu masuk. 

Densus telah mengamankan DA tak lama setelah terjadinya peristiwa bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11). DA juga diketahui cukup aktif di media sosial.

Dalam komunikasi di media sosial, mereka diduga merencanakan aksi terorisme. "Lagi didalami dan dikembangkan (kasus)," kaatanya.

Sejumlah barang bukti yang ditemukan tim Densus 88 di lokasi kejadian diantaranya baterai 9 volt, plat besi, paku berbagai ukuran, potongan kabel dan tombol switch on off. (IMC02/ant)


Loading...