Curcol

Ini yang Akan Terjadi Kalau Kamu Terlalu Lama PDKT Sama Doi

Mar 20, 2017
ILUSTRASI.(Istimewa)
ILUSTRASI.(Istimewa)
kpu2019

Apa kabar hatimu hari ini? Jangan lupa makan dan jangan lupa bahagia. Perut kosong aja perih, apalagi hati. Masih kuat menjalani PDKT sama dia? Lama amat, kok nggak jadi-jadi? Itu PDKT apa cicilan motor, sih? *nanya sama cermin*

Bicara cinta, perasaan dan kasih sayang memang takkan ada habisnya. Semua menarik untuk dibahas. Nasi di dagu dia, itu manis. Keringat di keningnya, itu manis. Lihat bekas sandal jepitnya, juga manis. Mungkin benar apa yang pepatah lama katakan: kalau cinta sudah melekat, empedu biawak rasa coklat.

Selalu bersama, chatting, dan merasa asyik tiap kali ngobrol sama dia, mungkin banyak kita rasakan. Sayang? Iya. Selalu rindu? Iya. Pacar? Bukan. Kadang disinilah Barbie merasa sedih (lu mah lebih mirip jenglot, woy!).

Setelah survey di negeri antah-barantah, inilah beberapa hasil penelitian nggak penting tentang apa-apa saja yang akan terjadi kalau kamu dan dia PDKT-nya terlalu lama, dan gak jadian juga. Gak enak, kan? Berasa digantung (lu orang apa kaos oblong?).

Mencegah Datangnya Cinta Sejatimu

Pernah berpikir nggak sih, jangan-jangan orang yang selama ini lagi dekat sama kita ternyata kolornya jodohnya oranglain yang kebetulan nyangkut sama kita? Terus memaksakan kedekatan kamu sama dia, tapi nggak ada kejelasan, akan menunda kamu bertemu dengan dia-dia yang lain. Dan barangkali dia-dia yang lain itu adalah jodoh kamu, kan? Siapa yang tahu?

Melukai Hatimu Saja

Nyesek kan, kalo kita selalu merasa cemburu tapi sebenarnya kita bukan siapa-siapa dia? Bahkan untuk cemburu pun kita tidak berhak. Maka luka di hati bukanlah hoax lagi. Ini adalah fakta yang benar-benar akan datang pada kasus PDKT nggak jadi-jadi yang saya bahas ini. Kamu pasti akan merasakan hatimu yang luka, tersiram minyak telon panas yang baru saja dipakai untuk goreng teri, beserta tempe gembos.

Menyita Waktu Produktifmu

Ngaku deh, pasti pernah kan nunggu balasan chat dari dia sampai ketiduran? Rela berjam-jam chat sampai melenakan kerjaan yang numpuk? Ya, toss dulu kita. Padahal, kalau kita mau, kita bisa menggunakan waktu-waktu berharga itu untuk melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat. Bisa saja kamu membuat kerajinan tangan, mengulang kembali materi yang kita dapat di kampus, membaca buku-buku bagus untuk asupan wawasan kita, bahkan mencangkul halaman belakang untuk menanam kangkung. Banyak sekali hal positif yang bisa kita lakukan daripada menggalaukan dia yang lama membalas chat dari kita.

Kita tahu bahwa perasaan yang dipaksa hanyalah perpisahan tertunda kan, Mblo? Cinta itu kata kerja, bukan cuma janji-janji bakal jadian semata. Ingat, ini hati bukan kuaci. Sayangi hatimu sebagaimana orangtua menyayangi kamu sewaktu kecil. Dan sayangi ususmu sebagaimana Yakul*t menyayangi ususmu. Karena mengukir diatas kayu lebih muda daripada mengukir diatas awan. PDKT yang terlalu lama adalah sakit hati tertunda.

Mulai hari ini, bebaskan hatimu. Mungkin, ada rindu lain yang mengintipmu dari balik jendela? Ada cinta lain yang menengadah, siap membawamu untuk lebih bahagia. Move on! Jalani harimu dengan lebih ceria. Jadi, sampai kapan kita PDKT mulu, Mas?

(Ani Suryani adalah Perempuan biasa yang bisa angkat galon pakai dua tangan, dan bisa minum pakai gelas tanpa tumpah)