Harga Sembako dan Sayur Mayur Melonjak

Harga Sembako dan Sayur Mayur Melonjak
Yani, salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Baru Baturaja. (ist)

IMCNews.ID, Baturaja - Harga sejumlah bahan pokok (Sembako) dan sayur mayur di pasar tradisional Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan melonjak sejak sepekan terakhir sehingga kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat.

Menurut Fitri (24), salah seorang warga Kelurahan Sukajadi di Baturaja, Jumat mengaku, sejak sepekan terakhir harga sebagian besar kebutuhan pokok dan sayur mayur mengalami kenaikan.

Ia mencontohkan, harga beras kualitas super biasanya dijual rata-rata sekitar Rp11.000 perkilogram, kini naik menjadi Rp12.000/Kg.

Kemudian, harga ayam potong biasanya paling mahal Rp25.000/Kg, namun sekarang sudah naik menjadi Rp30.000 perkilogramnya.

Begitu juga dengan harga telur ayam ras naik dari Rp21.000/Kg menjadi Rp25.000/Kg, bawang merah kini Rp35.000/Kg naik dari sebelumnya hanya kisaran Rp30.000/Kg.

"Sedangkan bawang putih harganya sekarang Rp24.000/Kg naik dari sebelumnya Rp21.000/Kg," kata dia.

BACA JUGA : Ekonom Optimistis Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021 Bergerak Positif

Selanjutnya, harga cabai setan yang biasanya hanya Rp20.000/Kg, kini meroket menjadi Rp40.000/Kg, tomat dari Rp3.000/Kg naik menjadi Rp10.000/Kg.

"Cabai merah keriting juga kini mencapai Rp40.000/Kg. Kenaikan harga ini membuat saya pusing, karena disaat pandemi corona seperti ini ternyata harga kebutuhan pokok dan sayur mayur justru tidak bersahabat," ujar Via warga lainnya menambahkan.

Sementara Junaidi (39), salah seorang pedagang sayur mayur di Pasar Atas Baturaja menjelaskan, kenaikan harga sembako dan sayur mayur tersebut terjadi karena memang harga tebus di tingkat agen mengalami kenaikan.

Disamping itu, lanjut dia, permintaan konsumen sejak sepekan terakhir juga mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasa.

"Akhir-akhir ini banyak yang hajatan jadi permintaan di pasaran juga meningkat," katanya.

Sementara Yani (42), pedagang ayam potong di Pasar Baru Baturaja mengatakan, saat normal biasanya hanya menghabiskan paling banyak 20 hingga 30 ekor ayam perhari, namun sekarang bisa mencapai 50 ekor perhari.

"Meskipun harga jual naik, namun pembeli justru meningkat. Kenaikan ini biasanya akan terus terjadi mengingat sebentar lagi akan ada perayaan Natal dan tahun baru 2021," ujarnya. (IMC02/Ant)