Fachrori Umar Berharap Gubernur se-Sumatera Dukung Penggunaan Aspal Karet

Fachrori Umar Berharap Gubernur se-Sumatera Dukung Penggunaan Aspal Karet
Plt Gubernur Fachrori Umar menghadiri rakor Gubernur se-Sumatera. (ist)

IMCNews.ID, Padang - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr. Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum berharap agar gubernur se Sumatera mendukung penggunaan aspal karet, sebagai salah satu upaya supaya harga karet naik, yang selanjutnya bisa menaikkan kesejahteraan petani karet dan masyarakat yang usahanya komoditi karet.

Hal tersebut dikemukakannya dalam Rapat Koordinasi Gubernur Se Wilayah Sumatera Tahun 2018, yang berlangsung di Hotel Grand Inna Muara, Kota Padang Provinsi Sumatera Barat, Kamis (22/11/2018).

Rakor diikuti oleh. Rakorgub Se Sumatera 2018 mengusung tema "Pembangunan Infrastruktur Mendukung Pariwisata dan Pembangunan Regional Sumatera" juga dihadiri oleh Kepala Bappeda Provinsi se Sumatera serta Organisasi Perangkat Daerah terkait.

Fachrori mengharapkan dukungan provinsi se Sumatera mendesak terbitnya payung hukum penggunaan aspal karet.

"Untuk komoditas karet belum banyak industri hilir, disamping terus menggerakkan industri hilir, kami mengajak rekan-rekan gubernur mendesak Pemerintah Pusat untuk segera merumuskan payung hukum dalam bentuk Peraturan Presiden penggunaan aspal karet di seluruh Indonesia serta melakukan uji gelar aspal karet di seluruh provinsi se Sumatera," harap Fachrori.

Fachrori meyakini penggunaan aspal karet yang dapat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat khususnya para petani karet dimana nilai gunanya juga lebih tahan lama. Fachrori mengemukakan, Provinsi Jambi mendukung kesepakatan yang telah dirumuskan pada rapat teknis Rakorgub se Sumatera sebelumnya, termasuk penguatan sektor pertanian.

"Provinsi-provinsi wilayah Sumatera pada umumnya adalah daerah agraris yang masih sangat tergantung pada sektor pertanian dalam arti luas," kata Fachrori.

Kesempatan Rakorgub Se Sumatera 2018 dimanfaatkan Plt. Gubernur Jambi untuk menyampaikan komoditas sawit yang menjadi unggulan masyarakat.

"Unggulan kelapa sawit dan karet sangat merosot sehingga sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi daerah walaupun harga komoditas unggulan tersebut sangat tergantung pada harga pasar dunia, namun kita harus berupaya menciptakan pasar dalam negeri. Alhamdulillah, pemerintah kita sudah membuat kebijakan penerapan B20 dalam upaya mengangkat harga sawit," ujar Fachrori.

Selain itu, Fachrori mendukung konektivitas Provinsi Jambi dan Provinsi Bengkulu yang dapat mengangkat perekonomian kedua Provinsi tersebut.

"Harus sangat ekstra hati-hati dalam proses pelaksanaannya dan berkoordinasi serta meminta petunjuk dari Pemerintah Pusat dikarenakan jalan-jalan yang akan dilalui merupakan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang dilindungi oleh undang-undang dan mendapat perhatian dunia. Terkait dengan rencana event Tour De Singkarak yang menempuh jalur provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jambi, kami berharap Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat khususnya dengan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia dalam rangka persiapan infrastruktur jalan karena kondisi jalan yang masih belum memadai dan harus ditingkatkan," papar Plt. Gubernur Jambi.

Gubernur Sumatera Barat, Prof. H. Irwan Prayitno yang bertindak sebagai pimpinan rapat menanggapi usulan Pemerintah Provinsi Jambi terkait kerjasama antara provinsi di Wilayah Sumatera.

"Membuka pasar nasional dalam negeri tadi menjadikan karet untuk aspal karet juga perlu kita desak payung hukumnya sehingga harga karet bisa naik dan masyarakat mendapatkan kebaikan peningkatan pendapatan. Kemudian konektivitas ini juga sudah masuk dalam usulan untuk Jambi-Bengkulu dan juga Jambi-Sumatera Barat,” ujar Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno menjelaskan kontribusi Sumatera terhadap pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada saat pembukaan Rakorgub Se Sumatera 2018. 

"Sumatera memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, secara data ada 24 persen kontribusi untuk nasional," ungkap Irwan Prayitno. 

Irwan Prayitno menyampaikan beberapa rincian data yang menjadi tumpuan dan sektor terbesar Sumatera di pertanian, perikanan, dan juga kehutanan 22,12 persen, industri pengolahan 19,6 persen, sektor pertambangan dan penggalian dan 16,3 persen dan perdagangan 11,8 persen.

"Sumatera memberikan kontribusi ekonomi nasional sebesar 24 persen lebih, tentu yang paling besar adalah Jawa," ujar Gubernur Sumbar.

Harapan Gubernur Sumbar dalam Rakorgub se Sumatera 2018 untuk meningkatkan kontribusi dengan menggali, mengaktualisasi, dan mengembangkan potensi-potensi Sumatera untuk dikembangkan.

"Bersama kita bisa menjadi pertumbuhan baru di Indonesia dengan kebersamaan dan kuncinya untuk mendukung RPJMN," jelas Irwan Prayitno.

Gubernur Sumbar menegaskan Sumatera merupakan kawasan penting dan strategis bagi Indonesia.

"Pintu gerbang perdagangan secara geografis jalur Malaka merupakan jalur perdagangan internasional yang mungkin terbesar di Indonesia, ini pun bisa kita optimalkan potensi yang ada di Sumatera untuk kepentingan kesejahteraan," kata Gubernur Sumbar.

Ketimpangan daerah dengan adanya daerah tertinggal untuk Sumatera Barat dari 19 Kabupaten masih ada tiga kabupaten terkategorikan tertinggal.

"Target kami dalam dua tahun lepas semuanya dan ini juga menjadi perhatian provinsi lain mengatasi permasalahan daerahnya," tambahnya. (adv)