Hukum

Empat Terdakwa Kasus Embung Tebo Divonis Berbeda

Dec 12, 2018
Sidang vonis di Pengadilan Tipikor Jambi. (IMCNews.ID)
Sidang vonis di Pengadilan Tipikor Jambi. (IMCNews.ID)

IMCNews.ID, Jambi – Empat terdakwa dugaan korupsi yang pembangunan embung padi di Kabupaten Tebo menjalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (12/12/2018). 

Mejalis hakim yang diketuai Dedy Muchti Nugroho, memberikan vonis berbeda bagi ke empat terdakwa, yakni, Sarjono selaku Kadis Pertanian Tebo selaku Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Kemudian Kembar Nainggolan, Kabid Pertanian Tebo dan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Faisal Utama, Kuasa Direktur CV Persada Antar Nusa selaku rekanan, serta Jonaita Nasir pemilik proyek.

Pembacaan vonis dilakukan bergantian. Sarjono lebih dulu divonis penjara selama 1 tahun 8 bulan dan denda sebesar Rp 50 juta.

“Dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan akan digantikan dengan kurungan selama tiga bulan,” sebut Dedy Muchti Nugroho.

“Terdakwa Sarjono juga dikenakan untuk mrmbayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp 80 juta. Dalam hal ini apabila dalam waktu satu bulan tidak dibayarkan, maka pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyita harta benda yang bersangkutan untuk dilelang. Apabila tidak ada harta benda sebagaiaman yang dimaksud, diganti dengan hukumam 1 tahun penjara,” tambahnya.

Mendapat vonis itu, Sarjono dan JPU menyatakan masih akan pikir-pikir selama 7 hari. Selanjutnya, Kembar Nainggolan divonis dengan 1 tahun penjara, dan dikenakan denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara. Kembar Nainggolan pun terima vonis tersebut, sementara JPU masih pikir-pikir.

“Terdakwa Jonaita Nasir, anda dihukum selama 3 tahun penjara dan dikenakan denda sebesar Rp 50 juta. Apabila tidak dibayarkan diganti kurungan selama tiga bulan,” lanjut Dedy.

“Jonaita Nasir juga dikenakan UP sebesar Rp 335.388.4145,15. Dengan ketentuan apabila dalam waktu satu bulan tidak dibayarkan, maka pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyita harta benda yang bersangkutan untuk dilelang. Apabila tidak ada harta benda sebagaiaman yang dimaksud, diganti dengan hukumam 1 tahun penjara,” tambahnya.

Vonis yang sama pun juga turut diterima oleh Faisal Utama. Mereka berdua pun memilih pikir-pikir, begitu juga dengan pihak JPU. (IMC01)