Hukum

Dugaan Korupsi Auditorium, Kejati Segera Panggil Rektor UIN STS Jambi

Aug 16, 2019 01:59
Proyek pembangunan auditorium UIN STS Jambi. (ist)
Proyek pembangunan auditorium UIN STS Jambi. (ist)
IMCNews.ID, Jambi - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi terus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan auditorium Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi. 
 
Kabar terbaru, Kejati bakal segera memanggil Rektor UIN STS Jambi, Dr Hadri Hasan untuk memberikan keterangan mengenai kasus yang terjadi di lingkungan kampus yang ia pimpin itu. 
 
"Kamis kemarin seluruh saksi (kasus UIN) tidak ada yang datang. Hari ini Kasubag perencanaan UIN datang," kata Lexy, Kasi Penerangan Hukum Kejati Jambi, Jumat (16/8/2019) via pesan whatsapp. 
 
Dalam waktu dekat, kemungkinan tim penyidik akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Rektor UIN. 
 
"Kabarnya tim penyidik akan panggil rektor UIN. Rektor dijadwalkan (diperiksa) Selasa," sebutnya. 
 
 
Sebelumnya, sejumlah saksi juga telah diperiksa oleh penyidik Kejati Jambi, seperti vendor, konsultan pengawas proyek, serta bendahara proyek, PPK hingga pelaksana proyek. Namun sejauh ini belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini. 

Pembangunan auditorium itu sendiri diketahui bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2018. PT Lambok Ulina diketahui PT yang mengerjakan proyek tersebut, melalui mengikat kontrak lewat Surat Keputusan Hadri Hasan selaku Rektor UIN sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan surat perjanjian nomor 46-Un.15/PPK-SBSN/KU.01.2/06/2018 untuk memulai pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya selama 208 hari kalender terhitung sejak 7 Juni 2018 hingga 31 Desember 2018. (IMC01)