Dua Pemodal Aktivitas Illegal Drilling Berhasil Diciduk 

Dua Pemodal Aktivitas Illegal Drilling Berhasil Diciduk 
Barang bukti kecepek yang diamankan dari lokasi illegal drilling. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Dua orang pemodal aktivitas penambangan minyak ilegal (Illegal Drilling) di wilayah Batanghari berhasil diciduk jajaran Ditreskrimsus Polda Jambi. Mereka adalah SH dan RM. 

"SH dan RM ini dua dari 71 tersangka illegal drilling yang diamankan pada Rabu (03/01) lalu hingga saat ini," kata Dirkrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dani Sutiyono, Selasa (16/02/2021).  

Kata dia, keduanya berperan pemberi dana untuk kebutuhan kegiatan ilegal drilling. Saat ini kedua tersangka tersebut telah diamankan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolda Jambi. 

Atas perbuatan tersangka, dikenakan pasal 89 ayat 1 Huruf A UU No 18 tahun 2013 dengan pidana paling singkat 3 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara serta denda paling sedikit sebesar Rp 1,5 miliar dan paling banyak sebesar Rp 10 miliar. Kemudian, pasal 52 UU No 22 Tahun 2001 dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp 60 miliar. 

Sementara itu, beberapa waktu lalu tim gabungan telah memutus jaringan distribusi minyak hasil illegal drilling di Km 51 Dusun Kunangan Jaya, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, dan Desa Jati Baru, Kecamatan Mandiangin, perbatasan Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Sarolangun.

BACA JUGA : Puluhan Ekskavator Kembali Dikeluarkan dari Lokasi Tambang Illegal di Limun

"Saat ini semua aktivitas untuk seluruh sistem operasinya sudah kita lumpuhkan," kata Kombes Pol Sigit Dani Sutiyono. 

Hasil olahan minyak tersebut akan dialirkan melalui pipa-pipa yang didorong oleh mesin pompa ke dalam tempat penampungan minyak yang lebih besar. Setelah itu, dialirkan ke penampungan terakhir yang sejauh 10 KM di Desa Kunangan Jaya II. 

"Setelah itu di angkut menggunakan truk untuk menuju ke lokasi tempat pemasakan di wilayah Sumatra Selatan," jelasnya

Saat melakukan penindakan di lokasi illegal drillinh, pihaknya juva menyita dua senjata api rakitan yang biasa disebut dengan Kecepek dan amunisi. Selain itu, sebanyak 170 ton minyak tanah, bensin, dan solar olahan berhasil diamankan sebagai barang bukti. 

Selain itu juga ada 2 unit Mobil Dump Truk, Pipa, 2 senjata api rakitan, selang, pompa sedot dan 1 unit kendaraan sepeda motor. Dia mengungkapnya, sejak awal Januari, pihak yang telah berhasil mengungkap 59 perkara ilegal drilling dengan 71 tersangka. (IMC01)