Diperiksa Sebagai Terdakwa, Hendri Sastra Terangkan Sempat Diancam Kontraktor

Diperiksa Sebagai Terdakwa, Hendri Sastra Terangkan Sempat Diancam Kontraktor
Hendri Sastra menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi dengan agenda pemeriksaan terdakwa. (IMCNews.ID)


IMCNews.ID, Jambi - Hendri Sastra, terdakwa dugaan korupsi proyek pipanisasi air bersih di Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) kembali menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi, dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Senin (3/12/2018).

Dalam kesaksiannya, Hendri Sastra kembali memberikan pernyataan yang mengejutkan. Dihadapan majelis hakim, Hendri Sastra mengaku pernah diancam salah seorang kontraktor jika dia tidak menandatangani kontrak.

"Saya jujur saja, saat itu diancam Fasha, kerabat Safrial yang saat itu nyalon Bupati. Kalau tidak tanda tangan penyelesaian kontrak akan dicopot sebagai Kadis PU," kata Hendri menjawab pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jambi.

Di samping itu, Hendri Sastra juga megaku pada saat itu, dirinya merupakan tim sukses Safrial, meski menjabat sebagai Kepala Dinas.

"Saya tidak tahu waktu itu boleh atau tidak PNS jadi tim sukses. Tapi tahun 2010 itu hampir semua pejabat di sana jadi tim sukses Safrial," katanya.

Sementara itu, Insyayadi, salah seorang tim JPU Kejati mempertanyakan kepada Hendri Sastra terkiat kenapa proyek pipanisasi itu tak selesai dikerjakan. Menurut Hendri, hal itu disebabkan persoalan anggaran.

"Tidak selesai karena anggarannya tidak bisa untuk diselesaikan. Karena Safrial berakhir di tahun 2010, sementara anggaran di Pemda cuma Rp 150 Miliar di tahun itu. Anggaran yang dibutuhkan untuk selesai itu sekitar Rp 266 Miliar," ungkapnya, (IMC01)