Carpe Diam: Memetik Jarak

Carpe Diam: Memetik Jarak

*) Oleh Syamsul Bahri

Tuhan berkata lain tentang kau aku mengubur cahaya masing-masing
Menanak rindu yang ranum diatas tanah tak bernafas
Aku terlahir sebagai orang yang terakhir melihatmu
Menggurat segala isyarat
Menjerat segala yang taat
Aku melihat kabut berbayang-bayang asa
Berharap bisa memeluknya seperti biasa
tak ada yang kupetik disini
selain rintik-rintik kesedihan
yang tak berkesudahan

Aku pulih
dari kenang
dan
kau pilih
jadi kunang (*)