Nasional

C6 Distrik Urfras Papua Tidak Ditemukan

Apr 16, 2019
Komisioner Bawaslu Provinsi Papua Ronald Manoach (ANTARA News Papua. (ist)
Komisioner Bawaslu Provinsi Papua Ronald Manoach (ANTARA News Papua. (ist)

IMCNews.ID, Jayapura  - Surat undangan memilih atau Foam C6 masih menjadi kendala. Meski sebenarnya tanpa C6 pemilih yang sudah masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) tetap bisa menggunakan hak pilih hanya dengan menggunakan e-KTP. 

Di Papua, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi,  menerima laporan bahwa formulir model C6-KPU untuk Distrik Urfas, Kabupaten Waropen tidak ada.

"Keberadaan formulir model C6-KPU untuk Distrik Urfas, Kabupaten Waropen dilaporkan tidak ada. Tapi logistik lainnya ada," kata Komisioner Bawaslu Provinsi Papua Ronald Manoach di Kota Jayapura, Senin malam (15/4/2019).

Berkaitan dengan hal ini, kata dia, Bawaslu Provinsi Papua menyarankan kepada Bawaslu Kabupaten Waropen menarik kembali logistik untuk Distrik Urfas dan selanjutnya diperiksa dalam kotak logistik.

"Kami sarankan untuk menarik kembali logistik untuk Distrik Urfas ke kantor KPU setempat, lalu kami sampaikan saran perbaikan untuk mereka mencoba membuka kotak, siapa tahu tergabung atau dimasukkan dalam kotak tersebut," katanya.

Jika seandainya ada di dalam kotak, Ronald mengatakan agar hal itu dikeluarkan lalu kotak yang dibuka tersebut disegel kembali kemudian di distribusikan kembali.

"Jika hal ini tidak ditemukan juga, KPU harus memastikan keberadaannya hingga ada. Lalu bisa didistribusikan kembali," katanya.

Mengenai adanya perubahan KPPS, mantan komisioner Panwaslu Kabupaten Jayapura itu kemukakan bahwa pada Minggu (13/4) malam dilaporkan bahwa terjadi di Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura.

"Kami terima laporan dari Kesbangpol dan sudah diteruskan kepada KPU Provinsi untuk selesaikan masalah itu. Ini masalah terkait KPPS," katanya.

Sementara adanya denah atau lokasi TPS yang berpindah tempat, Ronald mengaku bahwa hal itu dilaporkan terjadi di Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

"TPS Kampung Yoboi pindah ke Kehiran karena bencana banjir bandang beberapa waktu lalu warga mengungsi dan kami minta KPU setempat untuk sosialisasikan hal itu kepada warga dengan berkoordinasi kepada BNPB agar warga tahu informasi, begitu juga di Kompleks Taruan dan BTN Sosial," katanya.(IMC02/ant)