BNF Siapkan 40.000 Bibit Untuk Ditanam di Lahan Bekas Kebakaran Lahan

BNF Siapkan 40.000 Bibit Untuk Ditanam di Lahan Bekas Kebakaran Lahan
Seorang anggota Community Nursery sedang memegang bibit yang ada di persemaian Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya. (ist)

IMCNews.ID, Palangka Raya - Borneo Nature Foundation (BNF) pada 2021 menyiapkan 40.000 bibit pohon untuk ditanam di lokasi bekas kebakaran lahan di wilayah Laboratorium Alam Hutan Gambut (LAHG) Sabangau.

"Sebanyak 40.000 bibit pohon itu akan ditanam pada Maret sampai April 2021 di lahan seluas 100 hektare di area kanal Ruslan kawasan LAHG Sabangau," kata Direktur Eksekutif BNF Internasional Simon J Husson kepada Antara di Palangka Raya, Selasa.

Dia mengatakan penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari upaya BNF mewujudkan proyek penanaman satu juta pohon di kawasan hutan Sabangau, yang akan diupayakan secara bertahap hingga beberapa tahun mendatang.

"Proyek satu juta pohon ini juga memperkuat penyerapan karbon dan pemulihan habitat untuk spesies yang terancam punah, seperti orangutan yang salah satunya karena kebakaran hutan dan penebangan liar pada masa lalu," katanya.

Dia menambahkan bahwa penanaman sejuta pohon di lahan gambut itu juga berjalan seiring dengan program pemberdayaan masyarakat lokal dalam upaya menciptakan peluang ekonomi hijau yang ramah lingkungan.

Pada tahun 2015 dan 2019 area kanal Ruslan di LAHG Sabangau habis terbakar. Banyak tanaman lokal dan habitat satwa liar hilang.

Bersama Center for International Cooperation in Sustainable Management of Tropical Peatland (CIMTROP), BNF melakukan reforestasi di dua spot pada area tersebut sejak beberapa tahun terakhir.

Hingga tahun 2020, sebanyak 50.600 bibit pohon hutan telah ditanam di area seluas 50.000 hektar di kawasan LAHG Sabangau.

Sementara itu, Wakil Direktur BNF Indonesia Yunsiska Ermiasi mengatakan penanaman 40.000 bibit pohon juga merupakan bagian dari upaya BNF memperluas areal tanam, menambah jumlah bibit serta meningkatkan kapasitas masyarakat Kereng Bangkirai dan Sabaru dalam mendukung kegiatan reboisasi dan reforestasi BNF.

Dari 40.000 bibit pohon yang akan ditanam pada bulan Maret, sebanyak 20.000 bibit pohon telah dimobilisasi ke area persemaian. Sementara, sisanya masih dalam proses. Bibit-bibit yang ditanam diambilkan langsung dari hutan sebelum dibesarkan di tempat pembibitan sampai usia siap tanam.

Bibit tanaman lokal yang ditanam itu seperti belangeran, prupuk, tempohot, jambu-jambu, gerunggang, papung, tabaras, dan patanak galeget.

"Penanaman ini didukung oleh para donatur dari berbagai negara yang mempunyai harapan yang sama, yaitu berupa berjalannya upaya reforestasi di kawasan gambut yang ada di Sabangau," katanya.  (IMC02/Ant)