Berita Jambi

Beranda Perempuan Ungkap Pacar Hingga Dosen Paling Tinggi Lakukan Pelecehan Pada Mahasiswi

Jan 9, 2019 11:05
Launching hasil studi pelecehan terhadap mahasiswi oleh Beranda Perempuan. (Mario/IMCNews.ID)
Launching hasil studi pelecehan terhadap mahasiswi oleh Beranda Perempuan. (Mario/IMCNews.ID)

IMCNews.ID, Jambi - Beranda Perempuan menyebut, jika teman, pacar hingga dosen paling banyak melakukan pelecehan terhadap perempuan.

Staf riset dan kampanye Beranda Perempuan, Bernadeta Dian mengatakan, itu diketahui dari hasil studi berupa penyebaran sebanyak 250 kuisioner yang sudah dilakukan pada 2018 lalu di empat universitas.

Selain itu diperkuat juga dengan hasil wawancara mendalam pada korban dan pelaku pelecehan.

Dikatakannya, bahwa tindakan pelecehan seksual berupa chat, gambar, pesan bernada seksual terhadap mahasiswi paling tinggi dilakukan oleh teman laki-laki yaitu 73,21 persen. Kemudian pacar 23,16 persen dan dosen 3,6 persen.

"Kategori bentuk pelecehan seksual berupa intimidasi dan pemaksaan berhubungan seksual terhadap mahasiswi. Pelaku adalah pacar 37,50 persen di urutan kedua teman laki-laki dan dosen dengan persentase yang sama sebanyak 31 persen," ujarnya saat launching hasil study dilantai lll gedung STISIP Jambi, Rabu (9/1/2019).

Dia menyampaikan, berdasarkan data yang terkumpul, pelecehan seksual berupa chat pesan bernada seksual muncul di permukaan dan umumnya mudah diakui dibandingkan dengan bentuk pelecehan seksual secara langsung.

"Berdasarkan hasil wawancara dengan empat orang mahasiswi dari perwakilan empat kampus, bentuk-bentuk ajakan chat menggoda dan mengganggu sering diproduksi dalam pergaulan pertemanan laki-laki dan perempuan. Biasanya mahasiswi yang menerima pesan yang mengandung unsur seksual cenderung mengabaikan isi pesannya," katanya.

Dia melanjutkan, jika diurai, terdapat faktor beragam yang memicu terjadinya pelecehan seksual dalam hubungan asmara. Salah satunya disebabkan oleh budaya persepsi yang keliru tentang konsep pacaran. 

"Dimana tubuh perempuan dianggap milik sepenuhnya laki-laki," tukasnya. (IMC01)

Kontributor : Mario Dwi kurnia