Benih Lobster Selundupan Asal Jambi di Lepas di Karimun Jawa

Apr 13, 2019 04:10
Pelepasliaran benih lobster yang dilakukan oleh Menteri Keluatan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti di perairan pulau Cemara Karimunjawa, Jawa Tengah, 96 ribu ekor benih lobster itu berhasil digagalkan penyelundupannya dari Kuala Tungkal, Jambi menuju Singapura yang dilakukan Rabu 10 April lalu. (ist)
Pelepasliaran benih lobster yang dilakukan oleh Menteri Keluatan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti di perairan pulau Cemara Karimunjawa, Jawa Tengah, 96 ribu ekor benih lobster itu berhasil digagalkan penyelundupannya dari Kuala Tungkal, Jambi menuju Singapura yang dilakukan Rabu 10 April lalu. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Menteri kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melepaskan puluhan ribu benih lobster asal Jambi hasil sitaan. Benih lobster tersebut merupakan benih lobster ilegal yang akan diselundupkan ke luar negeri. Total ada 96.005 ekor benih lobster dilepaskan  ke laut Pulau Cemara Karimunjawa, Jawa Tengah langsung oleh Ibu Menteri Susi Pudjiastuti.

"Ribuan ekor benih lobster yang terdiri atas jenis pasir dan mutiara itu dilepasliarkan langsung oleh ibu menteri pada Jumat (12/4) bersama dengan Kepala BKIPM Pusat, Rina bersama pejabat terkait lainnya," kata Humas BKIPM Jambi, Sukarni, melalui siaran persnya yang diterima, Sabtu (13/4) 

Setelah diamankan pasca operasi tangkap tangan aksi penyelundupan benih lobster di Kuala Tungkal, Jambi tersebut, 96.005 ekor benih lobster itu langsung dibawa ke Jawa Tengah untuk dilepasliarkan kembali oleh menteri. Tiba di Pulau Cemara Besar Karimunjawa pada Jumat, 12 April 2019 sekitar pukul 11.00 WIB, Menteri Susi Pudjiastuti, didampingi oleh Kepala BKIPM Dr. Rina, Kepala Puskari dan tim gabungan segera melepasliarkan benih lobster tersebut ke habitatnya agar dapat tumbuh dan berkembangbiak kembali dengan baik.

Dipilihnya lokasi pelepasliaran kembali benih lobster tersebut di Pulau Cemara Besar, Karimunjawa, Jawa Tengah karena setelah berkoordinasi dengan pihak kementerian kelautan dan perikanan bahwa di daerah perairan tersebut dianggap paling layak untuk pengembangbiakan lobster muda dan kawasan perairan Pulau Cemara memiliki air yang sangat jernih, bersih dan berkarang yang dapat digunakan sebagai 'shelter' benih lobster tersebut.

Jumlah dilepasliarkan sebanyak 69.005 ekor yang dikemas dalam 11 bok stereoform sedangkan untuk jumlah yangn akan digunakan sebagai barang bukti dipengadilan dalam proses persidangan nanti ada sebanyak 300 ekor yang disisakan.

Total dari 69 ribu ekor benih lobster tersebut diestimasikan atau uang negara yang diselamatkan bisa mencapai nilai Rp10,23 miliar, kata Sukarni. Benih lobster yang akan diselundupkan melalui wilayah Kuala Tungkal dan berhasil digagalkan oleh anggota Polres Tanjabbar dan Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi, pada Rabu lalu (10/4) yang rencana awal dilepasliarkan ke Laut Pangandaran Jawa Barat, akan tetapi atas arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kemudian dialihkan ke Pulau Cemara Besar, Karimunjawa Jawa Tengah.

Setelah dilakukan identifikasi benih lobnster tersebut langsung dibawa dari Kualatungkal menuju Jambi dan setibanya di Jambi pada Kamis pukul 18.00 WIB langsung menggunakan pesawat Garuda Indonesia tersebut diterbangkan ke Jakarta dan setibanya di Jakarta dilakukan reoksigen dan repacking oleh BKIPM Jakarta I, sementara itu tim gabungan yang terdiri atas BKIPM Jambi, Polres Tanjabbar dan BKIPM I Jakarta melalui transportasi darat langsung menuju Semarang untuk berkoordinasi dengan BKIPM Semarang.

Setibanya di Semarang tim gabungan dengan menggunakan 2 kapal pengawas perikanan langsung bergerak menuju Pulau Cemara Besar, Karimunjawa. Pada 12 April 2019, benih lobster itu di reoksigen dan repacking kembali untuk diangkut menggunakan pesawat 'Susi Air' take off dari Badara Halim Perdana Kusuma pukul 05.00 WIB, turut serta dalam penerbangan tersebut adalah Menteri Susi Pudjiastuti dan selanjutnya benih lobster segera dilepas liarkan ke habitatnya.(IMC02/ant)