Curcol

Bagaimana Kalau Kau yang Membuatku Jatuh Cinta

Mar 18, 2016 06:52
ILUSTRASI.(Istimewa)
ILUSTRASI.(Istimewa)

Aku masih ingat benar ketika kau bercerita tentang perasaanmu yang menyebalkan. Tentang betapa anehnya debar hatimu setiap kali kau menyaksikan namanya menari-nari di layar handphonemu. Membuat senyummu mengembang di sana-sini.

Aku masih ingat ketika kau bercerita tentang perasaanmu yang kau wanti-wanti sendiri. Bahwa kau tak boleh memulainya terlebih dahulu, hanya karena kau seorang wanita. Bahwa seorang wanita tak boleh memulainya terlebih dahulu. Tak boleh mengungkapkannya terlebih dahulu.

Aku masih ingat ketika kau menekuk wajahmu pertanda kau kesal dengan perasaanmu sendiri; perasaan yang entah darimana datangnya, katamu.

Aku masih ingat betapa kau uring-uringan di depanku. Mengapa ia tak kunjung mengungkapkan perasaannya kepadamu. Atau dia memang tidak mempunyai perasaan yang sama, tanyamu.

Aku masih ingat doa-doa yang kau rapalkan dengan jelas dan lantang di depanku. Bahwa kau jatuh cinta kepadanya, dan kau berharap agar ia juga mempunyai perasaan yang sama kepadamu.

Lalu, bagaimana kalau kau yang membuatku jatuh cinta?

Bagaimana kalau aku jatuh cinta kepadamu seperti kau jatuh cinta kepadanya? Apakah kau juga akan tetap diam, seperti dia?

Ahh, kita memang selalu gagal memahami diri sendiri, bukan?

“Sudah, ungkapkan saja. Tidak apa-apa,” kataku menyakinkanmu. Kata-kata yang sama yang kuucapkan pada hatiku sendiri. Lantas hatiku gagal memaknai kata-kata itu. Aku gagal menjadi seseorang yang mengungkapkan perasaannya kepadamu.

“Ah, tidak. Biarkan saja. Aku bahagia melihat dia bahagia dengan yang lain.” Katamu mencoba tegar.

Ya, sepertiku. Aku bahagia melihat kau bahagia bersamanya. Sebab, kebahagiaanmu adalah dimensi lain dari kebahaiaanku yang lainnya.

Selamat mencintai dalam diam, sayang; sepertiku~kepadamu.

 

                                                                        Jambi, 14 Maret 2017

 

Senna Agung G. Menulis puisi, cerpen dan prosa-prosa pendek. Hal-hal sederhana dirayakannya setiap hari. Penyuka kucing, senja juga hujan. Saat ini sedang menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi. Sampai jumpa di dunia nyata!!