Aksinya Viral, Penculik Kembalikan Korbannya yang Sudah Jadi Target

Aksinya Viral, Penculik Kembalikan Korbannya yang Sudah Jadi Target
Pelaku meringis kesakitan. (ist)

IMCNews.ID - Seorang penculik anak di bawah umur, inisi DI yang masih berusia 4 tahun, SH (38) ditembak polisi setelah melakukan penculikan. Dia beraksi bersama satu rekannya, (ST (32). 

Aksi keduanya viral di media sosial yang membuat mereka ketakutan. SH ditembak lantaran melawan dan berupaya kabur saat akan diamankan. 

Seentara korbannya telah dilepaskan pelaku beberapa jam sebelum ditangkap. Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra, mengatakan, ST (32) ditangkap di kawasan Sekip dan SH (38) ditembak kakinya saat penangkapan di KM 11 Kecamatan Alang-Alang Lebar.

"Keduanya menculik dengan maksud ingin meminta tebusan uang Rp100 juta," ujarnya. 

BACA JUGA : Ibu dan Anak Dihantam Kayu Hingga Tewas, Korban Sempat Diperkosa Pelaku

Menurutnya, kedua pelaku ditangkap kurang dari 24 jam berkat rekaman kamera pengintai yang memperlihatkan penculikan terhadap korban DI (4) di Jalan Suparman Kelurahan Sukajaya. 

SH nekat menculik DI menggunakan sepeda motor kemudian sempat menyekapnya di sebuah rumah kosong dengan mata tertutup dan kain terikat. Sementara ST diminta menghubungi orang tua korban untuk menyerahkan uang.

Namun kedua pelaku mengurungkan niat memeras orang tua korban karena aksi keduanya keburu viral di media sosial. Pelakunya ST lalu menyerahkan korban kepada warga dengan berpura-pura menemukan korban. Kemudian korban diserahkan ke Polrestabes Palembang dalam kondisi sehat.

"Proses korban ditemukan ini cukup aneh, maka kami dalami lagi dengan menjemput ST sampai disimpulkan ternyata dia juga pelaku," kata dia menambahkan.

Dari hasil pemeriksaan diperoleh keterangan jika pelaku SH selama satu bulan terakhir memang berkeliling mencari calon-calon korban penculikan karena terdesak kebutuhan ekonomi dengan dalih dampak COVID-19.

Sementara dari penangkapan itu polisi menyita barang-bukti berupa satu unit sepeda motor, helm dan jaket. Polisi menjerat keduanya dengan pasal 76 F junto pasal 83 undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 600 juta. (IMC01)