Akibat Pandemi, Angka Kemiskinan di Kerinci Meningkat

Akibat Pandemi, Angka Kemiskinan di Kerinci Meningkat
ilustrasi. (ist)

IMCNews.ID, Kerinci - Pandemi COVID-19 di dunia termasuk juga tanah air membuat masyarakat makin kesulitan mencari pekerjaan. Tak sedikit juga yang dirumahkan bahkan terkena PHK. Dampaknya, angka kemiskinan makin meningkat. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kerinci, angka penduduk miskin tahun 2019 sebanyak 17.000 sedang di tahun 2020 meningkat menjadi 17.480 jiwa. 

"Kenaikan jumlah penduduk miskin di Kerinci, sekitar 480 jiwa, dari 17.000 di tahun 2019 menjadi 17.480 di 2020," sebut Kepala BPS Kerinci, Refia Hendrita, melalui Koordinator fungsi statistik distribusi, Wirdianto. 

Menurutnya, faktor penyebab terjadinya kenaikan jumlah penduduk miskin di tahun 2020 disebabkan karena adanya kasus covid-19 yang berakibat banyak warga yang kehilangan pekerjaan sehingga pendapatan berkurang. 

"Faktor utamanya adalah adanya covid-19 yang mewabah, karena orang banyak yang tidak bekerja sehingga pendapatannya berkurang dan TKI juga banyak yang pulang," jelasnya. 

Dia menambahkan, jika covid-19 berlangsung lama, maka bisa jadi di tahun 2021 akan muncul angka kemiskinan baru. 

"Bisa jadi akan muncul angka kemiskinan baru jika covid 19 masih terjadi, dan ini tidak hanya terjadi di Kerinci juga terjadi di daerah lain," jelasnya 

Wirdianto menjelaskan pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menekan agar angka kemiskinan tidak terus bertambah seperti memberikan bantuan langsung dan strategi lainnya agar masyarakat tidak terpuruk ekonominya. 

"Pemerintah pusat dan daerah sudah menyiapkan berbagai langkah dan strategi mulai dari bantuan tunai, bantuan kuota gratis untuk anak sekolah, penyaluran sembako atau raskin, KUR bagi pedagang dan terakhir vaksin," pungkasnya. (IMC01)