Air Matamu Sungai

Air Matamu Sungai
ILUSTRASI.(Istimewa)

Ayu Fitri

Kau menangis di depan tungku api, aku melihat sepasang bola matamu mengaliri pipi merah mudamu. Akulah tungku itu.

Air matamu sungai, aku menangis dalam bola mataku sendiri. Menyaksikan tungku dan api, mesra tertawa di depan dagu manggamu.

Aku air mata tanpa sungai, kering daunku terhempas habis. Jika hari ini mataku berhenti mengaliri sungaimu, apakah kau akan tetap menangis?

Aku, api, dan sungai matamu.