588 Warga SAD di Batanghari Tak Bisa Mencoblos, Ini Penyebabnya

588 Warga SAD di Batanghari Tak Bisa Mencoblos, Ini Penyebabnya
Usup Meking saat tunjukkan data kependudukan didampingi oleh ketua Adat warga SAD Desa Bungku Datuk Kutar. (ist)

IMCNews.ID, Batanghari - Kepala Divisi Perencanaan Program dan Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Batanghari, Apri mengatakan ada sekitar 588 orang warga Suku Anak Dalam (SAD) atau orang rimba di daerah itu yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 17 April 2019.

"Ke-588 orang warga SAD tersebut tersebar diempat desa, yaitu Desa Sungai Lingkar, Batu Sawar, Padang Kelapo dan Desa Bungku," ungkap Apri, di Batanghari, Sabtu.

Di Desa Sungai Lingkar terdapat 449 warga SAD yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya, yaitu di TPS 10 ada sebanyak 224 orang dan TPS 11 ada 225 orang.

Di Desa Batu Sawar terdapat di TPS 2 dengan jumlah sebanyak 65 orang, Desa Padang Kelapo terdapat di TPS 5 dengan jumlah jiwa sebanyak 25 orang, dan Di Desa Bungku terdapat di TPS 25 sebanyak 15 orang dan di TPS 7 sebanyak 34 orang.

"Data warga SAD yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya ini di peroleh dari panitia pemungutan suara di desa setempat," ucapnya.

Akan tetapi, bagi warga SAD yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) dan daftar pemilih tambahan (DPTb), namun mereka memiliki KTP elektronik, maka warga SAD tersebut dapat menggunakan hak pilihnya.

Dengan cara membawa KTP elektronik tersebut ke TPS dan melapor kepada petugas TPS, maka warga SAD tersebut dapat dimasukkan dalam daftar pemilih khusus (DPK).

"Hal tersebut juga berlaku bagi warga lainnya yang belum terdaftar dalam DPT dan DPTb," tutur Apri.

Sementara itu Ketua Adat Warga SAD Desa Bungku Kabupaten Batanghari, Datuk Kutar mengatakan, warga SAD minta pendamping saat pemilihan umum nanti. Warga Suku Anak Dalam yang bermukim di Desa Bungku Kecamatan Bajubang minta pendamping khusus saat Pemilihan Umum (Pemilu) dilaksanakan.

Beberapa waktu yang lalu telah diberikan pemahaman terkait cara memilih, namun masih banyak warga yang belum mengerti, sehingga mereka minta petugas TPS dapat menyediakan pendamping saat pemilihan nanti.

Sulitnya warga SAD tersebut melakukan pemilihan karena banyak warga SAD yang buta huruf dan tidak bisa baca dan tulis, sehingga pada saat pemilihan itu warga membutuhkan pendamping khusus.

Warga SAD tersebut tersebar di beberapa Rukun Tetangga (RT) di desa itu, namun banyak yang bermukim di RT 08 Dusun Johor. Ada sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) warga SAD yang bermukim di RT tersebut, dengan jumlah jiwa mencapai 150 orang.

April mengatakan, tidak ada TPS khusus yang disediakan untuk warga SAD tersebut. Saat melakukan pemilihan warga membaur dengan TPS yang di sediakan bersama warga desa lainnya.

Namun, tidak semua warga SAD didaerah itu dapat menggunakan hak suaranya pada pemilu ini. Hal itu dikarenakan warga SAD tersebut tidak memiliki dokumen kependudukan seperti KTP elektronik yang menjadi syarat wajib untuk dapat melakukan pemilihan. (IMC01/ant)